Boleh di SHARE

loading...

Inovasi Detektor Iodium dengan Metode Potensiometri

Inovasi Detektor Iodium dengan Metode Potensiometri


Laily Aulia Agustina, Prima Kharisma Indra Yahya dan Kadek Windy Hapsari
Jurusan Kimia, Universitas Brawijaya, Malang
 
Abstrak
Konsentrasi ion iodat dapat ditentukan secara potensiometri dengan menggunakan elektroda perak-perak iodat (Ag/A gIO3). Elektroda Ag/AgIO3 dapat dibuat dengan melapisi kawat perak dengan perak iodat (AgIO3). Pelapisan tersebut dapat dilakukan dengan mengelektrolisis kawat perak dalam larutan iodat. Lama elektrolisis merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi karakteristik elektroda. Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh lama elektrolisis terhadap karakteristik elektroda Ag/AgIO3. Elektrolisis dilakukan pada potensial 0,75 hingga 0,85 volt selama 15, 20, 25, 30 dan 35menit. Karakteristik elektroda dipelajari dengan mengukur besarnya potensial sel dengan elektroda Ag/AgCl sebagai elektroda pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik elektroda Ag/AgIO3 dipengaruhi oleh lama elektrolisis. Lama elektrolisis optimum untuk pembuatan elektroda Ag/AgIO3 adalah 30 menit. Elektroda tersebut mempunyai harga bilangan Nernst 51,6 mV/dekade dan waktu respon 4 menit. Kisaran konsentrasi iodat yang dapat diukur adalah 10-3 M hingga 4.10-1 M dan batas deteksi sebesar 7,94.10-4 M. 
 
Kata kunci: Potensiometri, elektrolisis, elektroda Ag/AgIO3 
 
Tag : EDUKASI
0 Komentar untuk "Inovasi Detektor Iodium dengan Metode Potensiometri"

Back To Top